Pulang Haji, Kloter 4 BPN Tiba di Samarinda: 360 Jemaah Sehat, Satu Sempat Dipasang Oksigen

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:49 WITA
Bagikan:
Foto : dokumentasi kedatangan rombongan haji di GOR Segiri Samarinda.

Samarinda, Sketsa.id – Sebanyak 360 jemaah haji asal Kalimantan Timur dari Kelompok Terbang (Kloter) 4 Balikpapan tiba di tanah air, Jumat (12/6/2026). Ketua Kloter 4 BPN, Mulyati, mengungkapkan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi sehat meskipun ada satu orang yang harus menggunakan ambulans saat kedatangan dan seorang lainnya sempat dipasang oksigen di pesawat karena kelelahan.

Alhamdulillah kondisi jemaah sehat, walaupun ada satu yang menggunakan ambulans untuk datang. Di pesawat juga ada satu yang sempat dipasang oksigen, tapi ruang di pesawat cukup untuk beliau berbaring,” ujar Mulyati.

Perjalanan kepulangan sempat tertunda sekitar satu setengah jam karena pesawat yang menjemput dari Jeddah mengalami kendala teknis saat penerbangan dari Balikpapan. Rute kepulangan transit di Medan, dengan total waktu tempuh sekitar 14 jam, termasuk satu jam transit untuk pengisian bahan bakar.

Selama perjalanan, Mulyati mengaku tidak ada kendala berarti, terutama untuk konsumsi dan logistik. Namun, ia menyoroti fasilitas hotel bintang satu yang didapatkan serta kondisi Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang menjadi tantangan terbesar bagi jemaah, terutama lansia.

Posisi tenda yang menanjak dan lumayan jauh itu mempengaruhi kesehatan jemaah. Apalagi 200 dari 360 jemaah kami adalah lansia dan risiko tinggi. Mendekati kepulangan, banyak yang batuk pilek karena fisik terkuras,” jelasnya.

Zainal Abdi: Saya Menangis Tinggalkan Makkah, Haji Bukan Wisata Tapi Tebusan Dosa

Seorang jemaah Kloter 4, Zainal Abdi, tak kuasa menahan air mata saat mengenang pengalamannya di Tanah Suci. “Kita meninggalkan di sana sedih sekali. Pengin lama-lama di sana, tapi kita punya kewajiban juga di sini,” ujarnya sambil menangis saat diwawancarai. Ia mengaku tidak memiliki keluhan berarti selama beribadah, justru ia bersyukur bisa salat lima waktu di Masjidil Haram.

Kapan lagi kita bisa menebus masa muda kita yang dulu bolong-bolong salat. Satu hari di sana saja sudah bisa menutup ribuan rakaat yang kita tinggalkan,” tuturnya penuh haru.

Zainal juga menceritakan tantangan fisik selama puncak haji, terutama jarak tenda yang jauh dan cuaca panas terik. Namun, ia memilih tetap semangat karena niat ibadah yang kuat.

Ia menyinggung soal kepadatan di Mina, terutama antrean toilet dan tempat tidur yang berdempetan. “Di situlah seninya ibadah haji. Ini ibadah fisik, kita dilarang mengeluh, dilarang marah, harus ikhlas. Apapun ujian dari Tuhan, kita harus sabar,” tegasnya.

Harapannya, hajinya mabrur dan ia bisa istiqomah menjadi teladan bagi masyarakat. Bagi yang ingin berhaji, ia menyarankan untuk tetap semangat meski biaya mahal. “Kalau punya uang, kejar. Satu hari salat di sana saja sudah bisa menutup bolong-bolong salat kita,” pungkasnya. (cc)

Bagikan:

DRUPADI Baladika Kaltim Gelar Aksi Damai Bagi Bunga Mawar di Tengah Gelombang Demo