Jakarta, Sketsa.id – Umat Islam sebentar lagi akan memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 . Momentum pergantian tahun ini kerap diisi dengan berbagai amalan ibadah, salah satunya adalah puasa. Namun, bolehkah puasa dilakukan pada tanggal 1 Muharram? Bagaimana hukumnya menurut para ulama?
Terdapat perbedaan pemahaman di masyarakat mengenai status puasa di awal bulan Muharram. Sebagian mengkhususkan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu’a dan Asyura), sementara yang lain juga berpuasa sejak tanggal 1. Lalu, mana yang benar?.
Tidak Ada Dalil Khusus, Tapi Puasa 1 Muharram Tetap Boleh
Berdasarkan penjelasan para ulama, tidak terdapat dalil yang secara khusus menganjurkan puasa pada tanggal 1 Muharram.Namun, hal ini tidak berarti puasa tersebut dilarang atau dihukumi haram.
Yang menjadi landasan utama adalah anjuran untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram secara keseluruhan. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, al-Muharram…” (HR Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa keutamaan terletak pada berpuasa di bulan Muharram, bukan pada tanggal tertentu . Dengan demikian, jika seseorang berpuasa pada 1 Muharram dengan niat mengikuti keutamaan bulan Muharram (bukan karena mengkhususkan tanggal 1), maka puasanya tetap sah dan mendapatkan pahala sunnah.
Hukum Puasa 1 Muharram: Sunnah atau Boleh?
Menurut Buya Yahya, tidak ada dalil yang secara spesifik menganjurkan puasa 1 Muharram. Meski begitu, puasa pada tanggal tersebut tetap diperbolehkan dan tidak termasuk amalan yang dilarang dalam Islam . Pada dasarnya, umat Islam boleh menjalankan puasa sunnah kapan saja, kecuali pada hari-hari yang dilarang seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik .
Hal senada disampaikan oleh Jumhur ulama dari tiga madzhab (Hanafi, Maliki, dan Hambali) yang sepakat dengan kesunnahan puasa di bulan Muharram secara umum . Bahkan, Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa di antara puasa sunnah yang tingkatnya tinggi (muakkad) adalah puasa Asyura dan puasa-puasa di bulan-bulan haram .
Keutamaan Bulan Muharram sebagai Bulan Haram
Muharram merupakan satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab . Dalam firman Allah QS. At-Taubah ayat 36, Allah berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ…
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…” (QS. At-Taubah [9]: 36)
Dalam bulan-bulan mulia ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan, sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa.
Niat dan Tata Cara Puasa 1 Muharram
Bagi yang ingin menjalankan puasa sunnah di bulan Muharram, berikut bacaan niat yang dapat dilafalkan:
Niat Puasa Bulan Muharram (Umum):
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma syahri al-Muharrami sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Muharram karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa sunnah dapat dibaca pada malam hari sebelum fajar, atau pada pagi hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir) selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasa 1 Muharram hukumnya boleh dan termasuk dalam keumuman anjuran berpuasa di bulan Muharram yang mulia. Meski tidak ada dalil yang mengkhususkannya, puasa pada tanggal tersebut tetap sah sebagai puasa sunnah. Umat Islam dipersilakan mengisinya dengan puasa, atau memperbanyak amal kebaikan lainnya, karena setiap amal di bulan ini memiliki nilai yang istimewa di sisi Allah SWT. (cc)









