Samarinda, Sketsa.id – Tekanan aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (21/4/2026), mulai mendapat respons dari kalangan legislatif. Pimpinan dewan memberi sinyal akan menindaklanjuti tuntutan yang disuarakan, khususnya terkait dorongan penggunaan hak angket.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, memastikan bahwa unsur pimpinan dan para ketua fraksi telah menyepakati langkah awal untuk merespons aspirasi tersebut. “Yang pertama, kita bersepakat atas usulan adik-adik mahasiswa. Tentu setelah ini akan kita rapatkan dalam rapat pimpinan bersama unsur pimpinan dan ketua-ketua fraksi untuk menyikapi kelanjutannya,” ujar Ekti di lokasi aksi.
Ia menjelaskan, mekanisme di DPRD tidak bisa serta-merta langsung memutuskan penggunaan hak angket. Ada tahapan yang harus dilalui, dimulai dari rapat pimpinan yang kemudian akan menentukan langkah berikutnya secara kelembagaan. Meski begitu, sinyal politik yang ditunjukkan cukup kuat. Ekti mengungkapkan bahwa dukungan dari unsur pimpinan dan fraksi telah terpenuhi. “Selain wakil ketua, unsur ketua fraksi sepertinya terpenuhi semua. Tujuh fraksi. Amanlah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa secara umum, posisi pimpinan DPRD saat ini berada dalam satu suara untuk menindaklanjuti aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. “Iya, satu suara. Kita mendengar aspirasi daripada masyarakat. Tentu konsep di DPR ini kan ada tahapannya, akan kita rapatkan pimpinan untuk kelanjutannya,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi massa aksi yang sejak pagi menggelar unjuk rasa, mendesak DPRD Kaltim menggunakan hak angket sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Dengan kesepakatan awal yang telah terbentuk, publik kini menanti langkah konkret DPRD Kaltim dalam menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme resmi yang berlaku. (cc)









