Health, Sketsa.id – Kucing kerap menjadi sasaran tuduhan sebagai sumber berbagai penyakit berbahaya. Mulai dari toksoplasmosis hingga beragam infeksi lain, hewan berbulu lucu ini sering dihindari, terutama oleh ibu hamil, lantaran dianggap membawa ancaman kesehatan.
Namun, benarkah demikian? Dokter Tubagus Siswadi, yang aktif membagikan edukasi kesehatan di akun X-nya @tb_siswadi, menilai anggapan bahwa memelihara kucing berbahaya tidak sepenuhnya benar. Ia menjelaskan bahwa selama ini publik sering salah kaprah dalam memahami sumber penularan penyakit seperti toksoplasmosis.
Menurut dr. Tubagus, toksoplasmosis yang kerap dikaitkan dengan kucing disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, bukan virus. Meskipun kucing merupakan inang utama parasit tersebut, ia menegaskan bahwa penularan ke manusia tidaklah sederhana dan jarang sekali terjadi dari kucing peliharaan.
Ia menjelaskan bahwa sumber penularan toksoplasmosis yang jauh lebih umum adalah konsumsi daging mentah atau setengah matang, serta sayuran yang tidak dicuci bersih.
“Kotoran kucing yang baru keluar itu belum menular. Butuh waktu 1–5 hari di luar tubuh untuk jadi aktif,” jelas dr. Tubagus dalam unggahannya.
Artinya, jika pemilik kucing rajin membersihkan litter box setiap hari, risiko tertular parasit tersebut nyaris tidak ada. Penularan dari kucing hanya bisa terjadi melalui kotoran, itupun setelah mengendap beberapa hari.
Dokter Tubagus juga meluruskan kesalahpahaman lain yang kerap beredar, bahwa toksoplasma bisa menular hanya karena mengelus bulu kucing atau terkena air liurnya. Menurutnya, penularan umumnya terjadi melalui jalur tangan ke mulut, misalnya setelah membersihkan kotoran kucing tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
“Risiko penyakit lebih dipengaruhi oleh kebersihan manusia, bukan keberadaan kucing itu sendiri,” tegasnya.
Ia pun membagikan beberapa tips sederhana bagi pecinta kucing agar tetap aman saat memelihara anabul kesayangan mereka, yakni selalu cuci tangan dengan sabun, gunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran kucing, pastikan daging dimasak hingga matang sempurna, hindari memberi makan kucing dengan daging mentah, serta pelihara kucing di dalam rumah.
Dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat, dr. Tubagus menegaskan bahwa memelihara kucing tetap aman dan bukan kucing yang menjadi penyebab penyakit. Faktor utama penularan justru berasal dari kebiasaan buruk manusianya sendiri.
“Mitos bahwa kucing berbahaya sudah saatnya diluruskan. Yang penting bersih, ya aman-aman saja,” pungkasnya. (*)









