Samarinda, Sketsa.id – Seekor sapi Brahman cross bernama Bejo milik Mujianto, peternak asal Samarinda, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha tahun ini. Sapi jumbo berbobot 1.070 kilogram itu rencananya akan dikirim ke Masjid Islamic Center Samarinda sebagai lokasi pemotongan.
Mujianto mengaku tak menyangka sapinya terpilih. Sehari sebelum dihubungi Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, Bejo sudah ditawar pengusaha dengan harga lebih tinggi. Namun, ia memutuskan membatalkan penawaran tersebut demi memenuhi kebutuhan presiden. “Suatu hari sebelumnya ini sudah ditawar sama pengusaha yang harganya lebih tinggi. Satu hari kemudian, saya ditelepon teman-teman di Dinas Peternakan menanyakan adakah sapi yang bobotnya satu ton. Saya bilang ada. Untuk Pak Presiden, masalah harga saya menyesuaikan saja,” ujar Mujianto, Selasa (26/5/2026).
Bejo awalnya dikirim dari Sulawesi dengan bobot sekitar 900 kilogram. Proses adaptasi di Samarinda sangat sulit. Selama tiga bulan, Bejo tidak mau makan dan minum. Mujianto sempat frustrasi. “Sampai tiga bulan itu saya kayak orang frustasi. Sapi ini nggak mau makan, berdiri terus. Makannya nggak, mau minum nggak. Tapi Alhamdulillah, semua ada hikmah dari kesabaran. Berbuah Bejo yang luar biasa ini,” kenangnya.
Kini, setelah melewati masa adaptasi, Bejo tumbuh sehat dan bobotnya meningkat menjadi 1.070 kilogram. Ini bukan pertama kali sapi Mujianto dipilih untuk kurban presiden. Sebelumnya, sapinya sudah tiga kali dipilih, termasuk dua kali di era Presiden Joko Widodo. “Alhamdulillah, karena kualitas baik. Dinas Peternakan juga sering jadi tujuan,” katanya.
Bejo saat ini telah melalui serangkaian pemeriksaan. Dinas Peternakan Provinsi Kaltim sudah mengambil sampel darah dan menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Rencananya, Bejo akan disembelih di Masjid Islamic Center Samarinda. Mujianto masih menunggu jadwal pengiriman dari dinas terkait. “Insyaallah di sana untuk pengiriman, saya masih nunggu dari Dinas Peternakan,” pungkasnya. (cc)










