3 Bulan Usai Dugaan Malpraktek di RSUD AWS, Orang Tua Syahdu: Belum Ada Hasil Audit, Bayi Saya Masih Sakit

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:41 WITA
Bagikan:
Foto : kondisi tangan dari syahdu pasca operasi di RSUD AWS.

Samarinda, Sketsa.id – Syahdu, bayi berusia enam bulan, belum bisa bergerak leluasa. Sesekali ia meringis kesakitan saat lengannya tersentuh. Pergelangan tangannya tak bisa lagi diluruskan, diduga akibat malpraktek saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda beberapa waktu lalu.

“Sampai sekarang belum bisa merangkak. Saat usaha mau balik badan pasti menangis, mungkin tangannya masih sakit,” ujar Raffita, orang tua Syahdu, saat dikonfirmasi Kamis (11/6/2026) malam.

Peristiwa bermula saat Syahdu dirawat di RSUD AWS pada Jumat (6/3/2026) karena diare dan muntah. Ia dipasang infus di tangan kiri. Kondisinya sempat membaik, namun karena masih mencret, ia dirawat inap. Masalah muncul keesokan harinya, Sabtu (7/3/2026), ketika infus dilaporkan terlepas.

Pihak rumah sakit segera memasang ulang infus di tangan kanan. Alih-alih membaik, tangan Syahdu justru membengkak dan kulit di area bekas infus mengalami luka berat. Kurang lebih tiga bulan berlalu, Raffita mengaku belum juga menerima laporan hasil audit medis dari rumah sakit. “Belum tahu,” ungkapnya.

DPRD Kaltim Dorong Transparansi dan Audit Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai rumah sakit wajib memberikan informasi lengkap kepada orang tua pasien, termasuk jadwal kontrol dan perkembangan kondisi Syahdu.

“Itu hak pasien sebagai bentuk transparansi medis. Balita harus diberi kesembuhan. Tapi kalau ada prosedur yang kurang maksimal, rumah sakit harus buka rekam medis pada keluarga,” tegasnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Ananda juga menyoroti rentetan kejadian serupa di RSUD AWS, termasuk kasus kawat yang tertinggal di jantung pasien usai operasi. “DPRD adalah pengawas jalannya pelayanan. Kalau tidak baik, kami bisa berikan rekomendasi. Rumah sakit harus meningkatkan performa medis dan perlu dilakukan audit menyeluruh,” pungkasnya. (cc)

Bagikan:

Pernyataan Sikap Koalisi Pers Kaltim atas Stigmatisasi Profesi Jurnalis oleh Presiden