Samarinda, Sketsa.id – Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026-2030 semakin memanas. Pasca keputusan petahana Rusdiansyah Aras untuk tidak mencalonkan diri kembali sebagai bentuk tanggung jawab moral atas hasil PON XXI Aceh-Sumut, sejumlah figur mulai melakukan manuver politik olahraga .
Menariknya, sebagian besar kandidat yang muncul berasal dari satu partai politik yang sama, yakni Partai Golkar. Anggota DPRD Kaltim dari Komisi III, Syarifatul Sya’diah mengomentari fenomena ini saat ditemui di ruang kerjanya.

“Ya sebetulnya sah-sah aja karena semua kan tergantung dari cabang-cabang olahraga yang punya suara. Biasanya berdasarkan suara terbanyak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada arahan khusus dari partai terkait pencalonan tersebut. Keputusan sepenuhnya ada pada pribadi masing-masing dan dukungan dari cabor.
“Sejauh ini dari fraksi Golkar tidak ada arahan-arahan. Jadi ya itu pribadi-pribadi, terserah cabor aja yang mana yang mereka mau,” jelasnya.
Tiga Nama Kuat dari Golkar
Berdasarkan pemberitaan sejumlah media di Kalimantan Timur, setidaknya ada tiga kader Partai Golkar yang disebut-sebut akan bertarung dalam bursa pemilihan Ketua KONI Kaltim .
Pertama, Syahariah Mas’ud, anggota DPRD Kaltim yang juga merupakan kakak kandung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Kedua, Sapto Setyo Pramono, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim sekaligus Ketua Pengprov Kurash Kaltim. Ketiga, Alwi S. Al Qadrie, Ketua DPRD Balikpapan dari Fraksi Golkar.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun kandidat yang secara resmi menyatakan maju dalam pemilihan ketua KONI Kaltim.
Publik olahraga Kaltim pun berharap sosok nakhoda baru mampu mengembalikan kejayaan daerah di ajang nasional, mengingat target lima besar PON menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. (cc)










