Kecanggihan 2 Kapal Perusak AS yang Di usir Iran dari Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 - 06:53 WITA
Bagikan:
Foto: USS Michael Murphy dan Frank E. Petersen Jr. Diusir Iran, Kecanggihan Tak Berguna di Selat Hormuz. (ist)

Teheran, Sketsa.id – Dua kapal perang Amerika Serikat mengalami insiden memalukan setelah diusir oleh militer Iran saat mencoba melintasi Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut adalah USS Michael Murphy dan USS Frank E. Petersen Jr., kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke Flight IIA dengan perbedaan generasi yang mencolok.

USS Michael Murphy, dibangun oleh Bath Iron Works dan dioperasikan pada 2012, merupakan kapal terakhir dari desain Flight IIA asli. Kapal berbobot 9.200 ton dengan panjang 510 kaki dan awak 323 pelaut ini mampu membawa lebih dari 90 rudal Tomahawk. Kapal ini juga dipersenjatai dengan pencegat permukaan-ke-udara Standard Missile 3 dan Standard Missile 6, serta dilengkapi sistem senjata Aegis terintegrasi dengan 96 sel peluncuran vertikal Mark 41 yang mampu menghancurkan rudal balistik, ancaman udara, dan target bawah laut.

Dua helikopter MH-60R Seahawk turut mendukung operasi kapal perusak tersebut. Namun, kecanggihan teknologi ini tak berguna saat kapal berada di perairan Iran, dikelilingi personel dan kapal angkatan laut Iran.

Sementara USS Frank E. Petersen Jr. mewakili varian Teknologi Penyisipan yang lebih canggih. Dibangun oleh Ingalls Shipbuilding dan dioperasikan pada Mei 2022, kapal ini menggabungkan fitur siluman yang lebih baik melalui penggunaan material komposit pada struktur atasnya serta sistem radar dan peperangan elektronik yang ditingkatkan. Kapal berbobot 9.217 ton dengan panjang 513 kaki dan awak 380 orang ini nyaris sama canggihnya dengan saudaranya.

Namun di Selat Hormuz, di mana jalur pelayaran menyempit hingga hanya dua mil, kapal perusak tercanggih sekalipun menjadi sasaran empuk. Insiden ini menjadi pengingat bahwa teknologi secanggih apa pun tak selalu menjamin keunggulan di medan yang sempit dan penuh tekanan. (*)

Bagikan:

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus dalam 21 Hari: Ada Pembunuhan, Curanmor, hingga Cap Tikus 9,8 Ton