39 Ormas dan Tokoh Adat Deklarasi Tolak Politisasi Kampus, Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Kaltim

Senin, 25 Mei 2026 - 13:20 WITA
Bagikan:
Foto: Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim tolak politisasi Pilrek Unmul.

Samarinda, Sketsa.id – Forum Gerakan Moral Pendidikan Kalimantan Timur menggelar konsolidasi lintas elemen di Avens Cafe, Jalan A.W. Syahranie, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Sekitar 39 organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga organisasi kepemudaan hadir dalam forum tersebut.

Forum ini digelar sebagai respons atas dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Pilrek Unmul) yang dinilai mulai mengarah pada potensi masuknya kepentingan politik praktis ke dalam ruang akademik. Rektor Unmul turut hadir atas undangan langsung forum sebagai ruang dialog terbuka.

Forum menilai Universitas Mulawarman bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, melainkan simbol marwah pendidikan Kaltim yang harus dijaga bersama dari segala bentuk kepentingan yang dapat mencederai independensi akademik dan keharmonisan sosial masyarakat.

Syaharie Jaang: Ini Garis Merah, Saya Siap Bawa ke Presiden

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Syaharie Jaang, menegaskan bahwa politik praktis tidak boleh masuk ke kampus. Ia menyebut ini sebagai garis merah yang tidak boleh dilanggar.

“Begitu politik praktis masuk ke kampus, yang rusak bukan hanya sistemnya, tetapi juga kepercayaan publik. Jika kami harus turun ke lapangan, bahkan menyampaikan langsung persoalan ini hingga ke kementerian atau Presiden Republik Indonesia, maka saya siap memimpin barisan ini,” tegasnya.

Vendy Meru: Jangan Sampai Kondusivitas Unmul Retak

Ketua Umum LPADKT, Vendy Meru, mengingatkan agar kondusivitas Universitas Mulawarman yang selama ini terjaga jangan sampai retak hanya karena ambisi segelintir pihak dalam momentum pemilihan rektor.

“Kami mungkin tidak memiliki hak pilih, tetapi kami memiliki tanggung jawab moral terhadap masa depan pendidikan dan stabilitas sosial masyarakat Kalimantan Timur. Di bawah kepemimpinan Prof. Abdunnur, Unmul mengalami banyak kemajuan. Keberlanjutan pembangunan universitas menjadi hal penting yang harus dijaga,” ujarnya.

Viktor Juan: Politisasi Kampus Ancam Stabilitas Sosial

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim, Viktor Juan, menyoroti dampak politikasi kampus terhadap stabilitas sosial.

“Kami bicara bukan hanya soal kampus. Ini soal stabilitas sosial. Jika pendidikan dipolitisasi, potensi konflik di masyarakat itu nyata dan tidak boleh diremehkan,” ujarnya.

Prof. Adri Patton: Aneh Jika Pilrek Lebih Menonjolkan Dukungan Politik

Akademisi Prof. Adri Patton menyoroti prestasi Unmul di bawah kepemimpinan Prof. Abdunnur. Ia menilai aneh jika proses pemilihan rektor justru lebih menonjolkan dukungan politik dibandingkan gagasan keberlanjutan pembangunan universitas.

“Jika berbicara tentang Universitas Mulawarman hari ini, tidak bisa dipungkiri banyak capaian dan prestasi yang diraih. Menjadi aneh apabila proses pemilihan rektor justru lebih menonjolkan dukungan politik dibandingkan gagasan keberlanjutan,” tegasnya.

Tokoh Kutai Tegaskan Forum Ini Bukan Politik Praktis

Tokoh masyarakat Kutai, Awang Irwan Setiawan, menegaskan bahwa forum ini bukan ajang politik praktis, melainkan forum dialog tentang dunia pendidikan Kaltim.

“Kami berkumpul karena memiliki keresahan yang sama terhadap ancaman politik praktis yang mulai masuk ke lingkungan kampus,” katanya.

Seruan Tegas Forum

Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim menyatakan lima sikap tegas: menolak segala bentuk politisasi dunia pendidikan tinggi, menyatakan kampus harus steril dari kepentingan politik praktis, mengingatkan potensi instabilitas sosial akibat politisasi kampus, mendesak proses Pilrek Unmul berjalan berdasarkan kapasitas dan integritas, serta menegaskan Unmul sebagai benteng ilmu pengetahuan, bukan alat kekuasaan.

Forum juga menandatangani surat pernyataan sikap bersama yang akan diserahkan langsung kepada Presiden RI serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bentuk aspirasi resmi masyarakat Kaltim. (*)

Bagikan:

DRUPADI Baladika Kaltim Gelar Aksi Damai Bagi Bunga Mawar di Tengah Gelombang Demo