Tenggarong, Sketsa.id – 500 guru mengaji dari 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar Guru Mengaji 2026 setelah menjalani program Tahsin Al-Qur’an selama tiga bulan, yakni April hingga Juni 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono Kasnu, mengatakan sertifikasi guru mengaji yang dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Tenggarong, Sabtu (17/10/2026), merupakan kegiatan perdana di Kukar.
Ia mengapresiasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI), serta seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Proses Tahsin yang telah dilalui menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru mengaji memerlukan persiapan, latihan, dan kemauan untuk terus belajar,” ungkapnya.
Program Tahsin beber dia, menjadi bagian dari persiapan untuk meningkatkan kemampuan guru mengaji sebelum mengikuti sertifikasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar pun berharap proses tersebut dapat memperkuat kompetensi pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di daerah.
Pelaksanaan sertifikasi lanjut dia, menjadi langkah sangat penting untuk memastikan pendidikan Al-Qur’an diberikan oleh pendidik yang memiliki kompetensi, integritas, dan keteladanan.
“Kegiatan sertifikasi guru mengaji memiliki makna yang sangat penting. Saya tegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar kegiatan administratif, bukan pula semata-mata untuk mendapatkan pengakuan atau selembar sertifikat,” tuturnya.
“Sertifikasi adalah bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan bahwa pendidikan Al-Qur’an diberikan oleh para pendidik yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi anak-anak didiknya,” lanjutnya.
Melalui proses tersebut, kemampuan guru mengaji diharapkan dapat diukur dengan baik. Hasilnya juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an, ketepatan tajwid dan makhraj huruf, serta metode pembelajaran yang digunakan saat mengajar.
Sunggono meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan sertifikasi dan munaqosyah dengan sungguh-sungguh. Ia berharap kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengetahui kemampuan yang telah dikuasai sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Bagi peserta yang dinyatakan kompeten, ia mengingatkan agar tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemampuan mengajar. Sementara peserta yang masih perlu memperbaiki kompetensinya diminta menjadikan hasil penilaian sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk berkembang.
“Yang terpenting bukan hanya hasil penilaian hari ini, tetapi komitmen kita untuk terus memperbaiki diri demi memberikan pendidikan Al-Qur’an yang semakin baik,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










