Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Penanganan kerusakan Jalan Kartini, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membutuhkan kajian teknis lebih lanjut. Nantinya, akademisi akan dilibatkan untuk mengkaji kondisi tanah dan menentukan metode perbaikan yang tepat.
Langkah ini diperlukan karena kerusakan di kawasan dekat Jembatan Monumen Barat itu tidak hanya berupa badan jalan yang ambrol dan mengalami retakan. Turap di sisi jalan juga mengalami pergeseran hingga posisinya miring.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kalangan akademisi untuk mendapatkan kajian dan rekomendasi teknis.
“Pertama kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut kepada pihak akademisi untuk melakukan kajian dan rekomendasi untuk perbaikan dalam pelaksanaan di tahun berikutnya,” ungkapnya di Jalan Kartini, Selasa (3/11/2026).
Menurut Awang, rekomendasi akademisi nantinya menjadi salah satu bahan untuk memperkuat pengajuan anggaran perbaikan. Terlebih, kondisi kerusakan di lapangan membutuhkan penanganan yang tepat.
“Harapan kami dari rekomendasi pihak akademisi itu bisa membantu kami untuk memohon anggaran. Karena memang terjadinya urgensi pada kondisi lapangan yang ada ini,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menjelaskan penanganan kerusakan tersebut melibatkan dua bidang berbeda. Bidang Bina Marga menangani badan jalan, sedangkan Bidang SDA menangani kondisi turap.
Ia memperkirakan kemiringan turap mencapai sekitar lima persen. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena turap berdiri di atas tanah timbunan.
“Kita harus cek lagi posisi tanahnya. Jadi kita harus sondir ulang tanahnya sejauh mana,” bebernya.
Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan untuk menghitung kebutuhan teknis sekaligus besaran anggaran. Sebab, penanganannya tidak bisa disamakan dengan pekerjaan pengecoran jalan biasa.
“Ini ada kemiringan, kemudian ada kerusakan-kerusakan. Kita harus cek lagi,” katanya.
Wiyono memastikan perbaikan Jalan Kartini menjadi salah satu prioritas Dinas PU. Namun, kepastian pelaksanaannya masih harus dibahas bersama pemerintah daerah dan DPRD dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melewati kawasan jalan Kartini tersebut. Sebab dikhawatirkan, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sementara masih dibantu dengan pembatas-pembatas ini. Jadi kita menghimbau kepada masyarakat untuk, ya mohon maaf, dengan kondisi yang ada ini untuk berhati-hati juga. Artinya menjaga bersama-sama dan sambil kita proses untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” tandasnya.(Adv/Diskominfo Kukar/cc)










