Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Keberlanjutan pembinaan olahraga di kalangan aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu pekerjaan yang menanti Aji Ali Husni setelah dikukuhkan oleh Asisten I Setdaprov Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda sebagai Ketua Badan Pembina Olahraga (Bapor) KORPRI Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar ini melanjutkan kepengurusan masa bakti 2023 hingga 2028 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Pengukuhan terlaksana di Aula Bappeda Lantai I, Kompleks Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono Kasnu pun turut menaruh perhatian pada keberlangsungan aktivitas organisasi setelah pergantian kepengurusan ini.
“Alhamdulillah hari ini sudah dikukuhkan kembali kepengurusan Dewan Pengurus Bapor Korpri Kabupaten Kukar,” ungkapnya.
Menurut Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kukar tersebut, kegiatan olahraga dan keagamaan selama ini menjadi dua bidang yang mampu menjaga dinamika organisasi KORPRI.
Pengalaman kepengurusan sebelumnya, kata Sunggono, dapat menjadi bekal untuk mempertahankan kegiatan yang sudah berjalan sekaligus membuka peluang bagi anggota mengembangkan aktivitas baru.
Ia menilai, ruang berkreasi merupakan bagian penting dalam pengelolaan organisasi. Kesibukan para pengurus dengan tugas pemerintahan tidak seharusnya membuat kegiatan anggota terhenti.
“Bidang olahraga dan keagamaan ini bisa menjadi contoh bagaimana sebuah bidang tetap aktif menjalankan kegiatannya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa KORPRI tidak cukup hanya hadir sebagai organisasi profesi bagi pegawai pemerintah. Anggota perlu memahami nilai-nilai yang menjadi dasar organisasi agar semangat kebersamaan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu yang disinggungnya adalah Mars KORPRI. Memasuki usia ke-55 tahun pada 2026, ia menilai pengenalan terhadap lagu organisasi tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius.
Sunggono berencana memasukkan Mars KORPRI dalam perlombaan pada peringatan hari ulang tahun organisasi. Gagasan itu sekaligus menjadi cara untuk mendekatkan anggota dengan sejarah dan semangat KORPRI.
“Ke depan, saya ingin Mars KORPRI ikut dilombakan saat peringatan HUT. Jadi, anggota tidak hanya mengenal organisasinya, tetapi juga memahami semangat yang terkandung di dalamnya,” tuturnya.
Selain pembinaan kegiatan, Sunggono juga mengingatkan persoalan kepesertaan iuran yang masih perlu dituntaskan. Dua dari 50 perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkab Kukar belum mengikuti iuran KORPRI.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kepesertaan berkaitan dengan akses anggota terhadap santunan. Manfaat itu mencakup santunan ketika sakit, meninggal dunia, hingga memasuki masa pensiun.
Ia meminta pimpinan OPD yang belum bergabung segera mengevaluasi kondisi ini. Menurutnya, kepesertaan sejak awal juga berpengaruh terhadap besaran santunan yang diterima anggota nantinya.
Di bawah kepemimpinan Aji Ali Husni, Bapor KORPRI Kukar diharapkan tetap menjadi ruang bagi ASN untuk mengembangkan kegiatan olahraga di lingkungan Pemkab Kukar.
“Ke depan, mudah-mudahan lebih aktif lagi kegiatan olahraga di Kukar ini,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










