Ananda Emira Moeis Tanamkan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Berbangsa Pada Para Calon “Banteng Muda”

IMG-20210808-WA0005
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Samarinda, Sketsa.id – Mulai panaskan mesin partai, Dewan Pengurus Daerah (PDIP) Kalimantan Timur (Kaltim). Gembleng 147 orang calon “Banteng Muda” yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim, melalui pendidikan kader Pratama yang dilakukan secara daring.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mencapai targetan politik PDIP sesuai hasil putusan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Kaltim kedua di Balikpapan pada Sabtu (26/07/2021) lalu.

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis mengatakan. Bahwa pelaksanaan pendidikan Pratama yang digelar pihaknya bertujuan agar peserta mempunyai karakter militan yang berwatak gotong royong dan revolusioner, seperti yang dicontohkan oleh sang proklamator kemerdekaan Bung Karno.

“Ada pancasila 1 Juni, sejarah partai dari mulai PNI sampai PDIP. Banyak materi yang disampaikan. Pada intinya, kami mengajarkan bagaimana Pancasila itu tidak hanya dijadikan subjek pembelajaran, tapi sebagai pandangan hidup bangsa dan pemikiran Bung Karno,” ujar Ananda Emira Moeis.

Pada pendidikan Pratama, peserta diajak berdiskusi tentang pemetaan politik, tata kelola partai, Pancasila Bung Karno, hingga tukar pendapat terkait Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah. Nanda juga menegaskan bahwa pada pendidikan kader Pratama pihaknya menekankan jalan hidup PDIP yakni gotong royong.

“Intinya kami mengajar way of life PDIP,  yakni watak gotong royong dan sifat-sifat lainnya,” tegas Nanda.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDIP Kaltim, Iswandi menyebut, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh kader Pratama, Madya, dan Utama dalam internal Partai PDIP. Intinya pihaknya ingin menyampaikan kepada peserta, khususnya calon kader Pratama, agar perlunya mengetahui basic yang berhubungan dari visi-misi partai.

“Mereka harus tahu. Kita adalah suatu organisasi partai politik. Ada dasarnya, dalam hal ini seperti AD/ART,” jelasnya.

Iswandi menuturkan, sebelum pandemi, pendidikan Pratama dilakukan dengan menempatkan peserta untuk menginap di rumah penduduk desa selama beberapa waktu. Mulai dari pukul 09.00 Wita pagi sampai 22.00 Wita malam, dalam satu harinya.

Partai yang dipimpin oleh Megawati ini juga dikatakan Iswandi berupaya untuk mengoptimalkan potensi generasi milenial. Ia menjelaskan, dalam pendidikan Pratama yang masih berlangsung Minggu (8/8/2021), pihaknya juga mengundang pengamat untuk memberi masukan politik terkait eksistensi PDIP di Kaltim. (*)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Add New Playlist

Add New Playlist