Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muai di Kecamatan Kembang Janggut meraih juara pertama tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu bukti potensi usaha desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Prestasi ini sekaligus menjadikan BUMDes Muai sebagai contoh bagi desa lain di Kukar dalam mengembangkan usaha dan memperkuat tata kelola keuangan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan BUMDes Muai berhasil meraih penghargaan pada kategori inovasi, khususnya dalam pengelolaan keuangan.
“BUMDes juara satu provinsi itu BUMDes Muai di Kecamatan Kembang Janggut,” ungkapnya di Tenggarong, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan dalam menjalankan dan mengelola badan usaha desa. “Dia juara satu inovasi, dengan kategori inovasi pengelolaan keuangan,” bebernya.
Dari sisi kegiatan bisnis, BUMDes Muai memiliki sejumlah unit usaha. Salah satu yang menjadi kegiatan utamanya adalah jasa transportasi untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan minyak sawit.
Usaha tersebut bukan kegiatan baru. BUMDes Muai telah menjalankannya selama bertahun-tahun sehingga memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis yang berkaitan dengan sektor perkebunan.
“Yang utama itu menjadi transporter angkutan sawit, TBS dan minyak sawit,” tuturnya.
Keberadaan BUMDes Muai memperlihatkan bahwa badan usaha desa dapat mengambil peluang dari aktivitas ekonomi yang berkembang di wilayahnya. Pengelolaan usaha yang berkelanjutan juga menjadi salah satu aspek penting agar BUMDes tidak hanya terbentuk secara administratif.
Di Kukar sendiri, DPMD mencatat sudah ada 193 BUMDes yang terbentuk. Pemerintah daerah sejak awal mengimbau seluruh desa membangun badan usaha sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi masyarakat.
Namun, pembentukan kelembagaan bukan satu-satunya perhatian pemerintah. Kapasitas pengurus juga perlu diperkuat agar BUMDes mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional.
“Kami sudah melakukan pelatihan dan pembinaan kepada pengurus BUMDes sejak 2023 dan 2024,” tegasnya.
DPMD Kukar juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan untuk memperluas pembinaan. Skema ini diharapkan Arianto, dapat memberikan tambahan dukungan bagi pengurus BUMDes dalam mengembangkan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
Salah satunya melalui keterlibatan REA Kaltim yang sebelumnya memberikan pembinaan kepada BUMDes di Kecamatan Kembang Janggut. “Sebentar lagi dari PHM di Anggana akan melakukan pembinaan BUMDes di Kecamatan Anggana dan Muara Badak,” tambah Arianto.
Melalui pembinaan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak BUMDes di Kukar yang mampu meningkatkan kualitas pengelolaan dan mengembangkan unit usaha produktif.
Arianto berharap keberhasilan BUMDes Muai dapat menjadi inspirasi bagi BUMDes lainnya untuk terus mengembangkan potensi ekonomi desa.
“Harapannya, BUMDes yang sudah terbentuk bisa terus berkembang. Tidak hanya sekadar ada, tetapi mampu mengelola usaha dengan baik, memanfaatkan potensi desa, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










