Dinsos Kukar Data Korban Kebakaran Loa Ipuh, Santunan Kematian Diupayakan ke Kemensos

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WITA
Bagikan:

Tenggarong, Sketsa.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pendataan terhadap warga terdampak kebakaran di Jalan Kartini Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, yang terjadi Selasa (13/10/2026) malam.

Pendataan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan kebutuhan dasar serta pengajuan santunan kematian bagi keluarga dua anak yang meninggal dunia melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti mengatakan bahwa pihaknya langsung meminta bidang terkait melakukan identifikasi setelah menerima informasi kebakaran pada Rabu pagi.

Dinsos juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk memastikan jumlah rumah terdampak, korban meninggal dunia, serta warga yang mengalami luka-luka.

“Saya minta data detail berkaitan dengan berapa jumlah rumah yang terdampak, kemudian berapa jumlah korban, terutama yang meninggal,” ungkapnya di Bankaltimtara Tenggarong, Rabu (14/10/2026).

Rinda menjelaskan, santunan kematian bagi keluarga kedua anak ini akan diupayakan melalui Kemensos karena Dinsos Kukar tidak memiliki program santunan kematian yang dianggarkan secara khusus.

“Itu rencana saya akan komunikasikan dengan Kemensos untuk santunan kematian. Karena kita tidak dianggarkan. Kita targetkan besok sudah lengkap datanya,” lanjutnya.

Selain mengupayakan santunan kematian, Dinsos Kukar juga menyiapkan bantuan kebutuhan dasar berupa permakanan dan sandang. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang akibat kebakaran.

Tak lupa, Rinda mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kekeringan. Warga diminta memperhatikan penggunaan listrik, termasuk mencabut peralatan elektronik setelah digunakan, untuk mengurangi risiko korsleting.

Sementara itu, Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengatakan, kebakaran terjadi di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, pada Selasa malam (13/10/2026).

“Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh Satreskrim Polres Kukar dengan melibatkan tim Inafis. Dugaan sementara korsleting listrik di rumah keluarga Hamri Noor. Akan tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya.

Berdasarkan laporan, peristiwa terjadi sekitar pukul 23.50 WITA dan mengakibatkan dua anak meninggal dunia, satu orang mengalami luka bakar, serta 11 bangunan terbakar.

Kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Ali, 7 tahun, dan Husin, 3 tahun. Keduanya merupakan anak dari Hamri Noor, yang mengalami luka bakar dan mendapatkan perawatan di RSUD AM Parikesit Tenggarong.

Dari kronologi yang disampaikan dalam laporan kepolisian, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang warga bernama Basuki dibangunkan tetangganya yang memberitahukan adanya api di rumah Hamri Noor.

Saat tiba di lokasi, Basuki melihat meteran listrik rumah tersebut terbakar. Dia sempat berusaha memadamkan api menggunakan air dalam ember.

Pada saat bersamaan, istri Hamri Noor, Maratus Salehah, berteriak minta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah. Hamri kemudian berupaya mencari anak-anaknya, tetapi tidak berhasil dan akhirnya keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.

Api terus membesar dan merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Sebagian bangunan yang terbakar merupakan rumah berbahan kayu sehingga api dengan cepat menjalar ke sejumlah bangunan lainnya.

Saksi lain, Akhyar, yang merupakan Ketua RT 61 Kelurahan Loa Ipuh, mengetahui kejadian setelah diberi tahu tetangganya. Ketika tiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar rumah Hamri serta beberapa bangunan di sekitarnya.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kukar bersama relawan kemudian melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.35 WITA, Rabu (14/10/2026).

Setelah api padam, petugas melakukan pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang masih berada di dalam rumah. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 03.28 WITA.

Kebakaran ini menghanguskan 11 bangunan di RT 61 dan RT 26 Kelurahan Loa Ipuh. Bangunan yang terbakar terdiri atas rumah warga, rumah sewaan, serta rumah singgah Kecamatan Tabang.

Kerugian material sementara akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Polisi telah mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Tim Inafis Satreskrim Polres Kukar masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah