PU Kukar Pastikan Pembangunan Sumur Bor di Jembayan Tengah untuk Irigasi, Bukan Air Bersih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA
Bagikan:
Foto : Kepala Bidang SDA Dinas PU Kukar Awang Agus Sahbani menjelaskan pembangunan sumur bor untuk irigasi pertanian.

Loa Kulu, Sketsa.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) akan menyiapkan sumur bor khusus untuk irigasi pertanian di Desa Jembayan Tengah, Loa Kulu, melalui program TMMD ke-130.

Fasilitas tersebut nantinya kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar Awang Agus Sahbani, menggunakan pompa dengan kapasitas lima liter per detik dan tidak diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Sumur bor ini untuk irigasi pertanian, bukan air bersih,” ungkapnya di Loa Kulu, Selasa (13/10/2026).

Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan TMMD yang digelar pada 13 Oktober hingga 11 November 2026.

Selain berkapasitas aliran lima liter per detik, Dinas PU juga akan menyiapkan sejumlah komponen pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell serta pagar British Reinforced Concrete (BRC) untuk melindungi fasilitas tersebut.

“Kita siapkan juga komponen solar cell pembangkit listriknya dan pagar BRC untuk pelindung,” bebernya.

Menurut Awang, pembangunan sumur bor dilakukan di beberapa titik di Desa Jembayan Tengah. Penentuan lokasi lanjut dia, telah mempertimbangkan ketersediaan sumber air dan kebutuhan pengairan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

“Sudah ada datanya dan memang sangat dibutuhkan untuk pertanian. Kapasitas pompanya lima liter per detik,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PU Kukar bertanggung jawab menyediakan peralatan yang dibutuhkan, sedangkan pengerjaan sumur bor dilaksanakan oleh pihak TNI melalui Kodim 0906/Kukar.

“Untuk pelaksanaan TMMD ini, kami bekerja sama dengan pihak TNI Kodim 0906/Kukar. Kami melaksanakan pengadaan barangnya, sedangkan pelaksanaannya langsung dilakukan oleh pihak TNI,” jelasnya.

Pengerjaan sumur bor di Loa Kulu ditargetkan berlangsung sekitar satu bulan, menyesuaikan jadwal pelaksanaan TMMD 130 dari tanggal 13 Oktober hingga 11 November. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk pengairan lahan pertanian di wilayah sasaran.

Selain pembangunan sumur bor, program TMMD ke-130 juga mencakup sejumlah pekerjaan infrastruktur, seperti peningkatan jalan usaha tani, pembangunan jembatan, serta gorong-gorong untuk mendukung aktivitas masyarakat perdesaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan, TMMD menjadi salah satu bentuk dukungan yang membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pembangunan di desa.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui program tersebut dapat membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama kebutuhan sarana pendukung aktivitas sehari-hari.

“Ini sangat membantu, khususnya di desa. Ada pembangunan jalan usaha tani, gorong-gorong, dan jembatan untuk mendukung aktivitas masyarakat di desa,” kata Arianto.

Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menunjang kegiatan pertanian.

“Mudah-mudahan ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang menjadi sasaran,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah