Heboh! Video Amien Rais 8 Menit Tuduh Teddy Gay, Seketika Dihapus YouTube! Ada Apa?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:55 WITA
Bagikan:
Foto: tangkapan layar dari akun youtube channel AmienRaisofficial.

Jakarta, Sketsa.id – Pernyataan tokoh reformasi Amien Rais yang menuding Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai gay dan meminta Presiden Prabowo Subianto memecatnya telah memicu polemik nasional. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar dan merupakan hasil dari hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ketegangan bermula saat Amien Rais mengunggah video berdurasi delapan menit di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (30/4/2026). Judul video tersebut adalah “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” . Dalam video tersebut, Amien secara tegas menyebut Teddy Indra Wijaya sebagai gay dan menyinggung kisah kaum Nabi Luth untuk memperkuat argumentasinya.

“Saya ikut malu membicarakan kedua orang ini. Tetapi kalau tidak ada tindakan yang jelas dan tegas, saya khawatir pemerintahan Prabowo bisa bubar di tengah jalan,” ujar Amien Rais dalam video tersebut . Ia juga menilai hubungan antara Prabowo dan Teddy sudah “offside” dan melampaui batas profesionalitas .

Namun, tuduhan tersebut langsung mendapat respons keras dari berbagai pihak. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais lahir dari informasi keliru yang beredar di media sosial. Menurut Qodari, dasar tudingan tersebut berasal dari sebuah video lagu berjudul “Aku Bukan Teddy” yang disebut dinyanyikan oleh Titiek Soeharto .

“Itu lagu yang dinyanyikan bukan Titiek dan gambar yang ada di video tersebut adalah kompilasi dari berbagai gambar yang tidak ada hubungannya dengan lagu tersebut,” tegas Qodari mengutip laman resminya, Sabtu (2/5/2026). Ia menyayangkan karena seorang tokoh sekaliber Amien Rais yang merupakan akademisi dan profesor doktor telah menjadi korban hoaks di era kecerdasan buatan .

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bahkan mengambil langkah lebih tegas. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa video unggahan Amien Rais mengandung hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. “Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Meutya dalam siaran persnya, Jumat (1/5/2026).

Komdigi juga mengancam akan mengambil tindakan hukum berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2) .

Di sisi lain, Partai Ummat yang notabene didirikan oleh Amien Rais justru memberikan respons mengejutkan. Ketua DPP Partai Ummat Aznur Syamsu menyatakan bahwa pernyataan Amien Rais merupakan pernyataan pribadi yang tidak berhubungan dengan partai. “Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat,” ujarnya.

Aznur bahkan menyebut pernyataan Amien Rais telah offside (keluar jalur) dan tidak relevan dengan persoalan bangsa serta negara saat ini. “Pak Amien Rais off side,” imbuhnya .

Video Amien Rais yang memicu kontroversi ini kini sudah tidak bisa diakses di kanal YouTube Amien Rais Official.

Qodari berharap kejadian ini menjadi alarm bahaya bagi publik tentang maraknya disinformasi di era AI. “Ini menjadi alarm bahaya hoaks di era AI. Bahkan tokoh senior sekalipun bisa terjebak jika tidak melakukan verifikasi secara menyeluruh,” tutup Qodari .

Hingga berita ini diturunkan, baik Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya maupun pihak Istana Kepresidenan belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. (*)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah