Ini Strategi Rutan Samarinda Hadapi “Si Jago Merah”

PSX_20210915_212636
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Samarinda, SKETSA.ID – Peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang menjadi catatan penting bagi Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham), hal itu ditandai dengan pembenahan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh penjuru negeri berbenah.

Di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Rutan Klas IIA Samarinda seluruh petugas jaga diwajibkan mengikuti pelatihan dan menggelar simulasi pemadaman api, sebagai langkah antisipasi jika suatu waktu terjadi kebakaran di blok sel Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Rutan (Karutan) Alanta Imanuel Ketaren saat ditemui mengatakan bahwa simulasi pemadaman kebakaran ini bekerja sama langsung dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda.

“Kami kerjasama dengan Disdamkar simulasi cara memadamkan api saat kebakaran di Rutan. Seperti kita ketahui, sepekan lalu ada kejadian (kebakaran Lapas Tangerang), jadi seluruh petugas pemasyarakatan kami ikutkan dalam simulasi ini,” bebernya, Rabu (15/9/2021) hari ini saat ditemui.

Kejadian kebakaran di kamar hunian Lapas Klas I Tangerang, diakui Alanta Imanuel Ketaren cukup membuat pilu hati segenap UPT Pemasyarakatan, dan hal ini yang dicegah serta tidak ingin terjadi ditempat yang dia pimpin.

“Kami tentu berduka atas peristiwa tersebut dan tak ingin hal itu terjadi disini,” harapnya.

Tidak sekedar menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menanggulangi kebakaran, Alanta juga mengaku telah membenahi sistem keamanan Rutan secara berkala terutama pada jaringan listrik.

“Sudah berbenah, aliran instalasi listrik di panel kamar hunian maupun perkantoran di Rutan diperbaiki,” tegas Alanta Imanuel Ketaren.

Terhitung ada 114 tenaga pemasyarakatan yang ikut dalam simulasi penanggulangan kebakaran di blok sel WBP ini.

Petugas yang ikut dibekali teknik dasar penyemprotan serta cara memadamkan api secara manual oleh petugas Disdamkar.

Karutan berharap, usai dibekali ilmu pemadaman api, petugas bisa mengimplementasikan dimana saja, tak hanya saat terjadi kebakaran di blok sel tahanan.

Dia juga tidak berharap peristiwa kebakaran terjadi di Rutan Samarinda, simulasi hanya membekali para petugas agar sigap saat kebakaran terjadi.

“Jika sudah dibekali, sangat bermanfaat, tidak untuk disini saja pastinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Syahrani, Analis Kebakaran Disdamkar Kota Samarinda yang memberikan ilmu kepada seluruh pegawai pemasyarakatan tentang cara memadamkan api mengaku senang melihat antusias peserta simulasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dikatakannya membawa efek positif agar pegawai bisa sigap dan tidak panik dalam memadamkan api.

“Dua hari ini luar biasa, teman-teman (pegawai Rutan) mengikuti dari awal sampai akhir, situasi hujan tetap semangat,” tegasnya.

Menyinggung metode yang digunakan, dikatakannya bahwa ada metode manual dan pemadaman api di sel tahanan yang dilakukan tim internal dari Rutan Samarinda yang dibantu oleh pihaknya.

“Kita memakai metode pola satu, jadi unit Disdamkar datang, yang memadamkan api adalah pemadam internal yang ada di Rutan Samarinda,” ungkap Syahrani.

Terkait jika terjadi kebakaran, pemadaman api pertama kali akan dilakukan oleh tim pemadam internal Rutan Samarinda, hal ini juga dikatakan Syahrani berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berbeda dari tiap instansi.

Hal ini jadi sangatlah penting, dan menjadi catatan, sehingga petugas Rutan diberikan bekal saat memadamkan api, sebelum pihak Disdamkar ikut dalam operasi pemadaman api.

“Jadi kita bekerja tim walau SOP berbeda, tim kami harus bekerja sama dengan internal Rutan agar api segera padam saat terjadi kebakaran, tutur Syahrani. (Fai)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Add New Playlist

Add New Playlist