Kaltim Masih Impor Pangan, Salman Farisi: Ini Peluang Besar bagi Pengusaha Lokal

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:40 WITA
Bagikan:
Foto : HIPKA Kaltim Dilantik, Salman Farisi: Pengusaha Lokal Harus Jadi Pelaku Utama di Era IKN.

Samarinda, Sketsa.id – Momentum besar tengah berlangsung di Kalimantan Timur. Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya mengubah peta pemerintahan, tapi juga membuka peluang ekonomi yang sangat luas. Namun, di tengah derasnya arus investasi dan pembangunan, pelaku usaha lokal dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton di daerah sendiri. Seruan ini menjadi salah satu pesan utama pelantikan Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur periode 2025–2030 yang digelar di Ballroom Hotel Claro Samarinda, Rabu (17/6/2026).

Acara yang dirangkai dengan Forum Bisnis dan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus pijakan awal bagi para pengusaha daerah untuk mengambil peran strategis dalam transformasi ekonomi yang dipicu oleh pembangunan IKN. Ketua BPW HIPKA Kaltim, Salman Farisi, menegaskan bahwa HIPKA tidak ingin hanya menjadi tempat bertemu para pengusaha, melainkan juga mitra aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini awal komitmen HIPKA untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Salman menyoroti ketergantungan Kaltim terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah yang masih sangat tinggi.

“Hampir seluruh kebutuhan pangan utama masih didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sulawesi. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama karena menunjukkan rantai pasok daerah belum kuat,” katanya. Menurutnya, kondisi tersebut justru membuka peluang besar bagi pengusaha lokal untuk masuk dan memperkuat sektor produksi maupun distribusi pangan. HIPKA pun akan mendorong lahirnya program-program yang memperkuat rantai pasok daerah dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Keberadaan IKN, lanjut Salman, harus dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat dan pengusaha lokal. “Pengusaha lokal harus menjadi pelaku utama dan mampu mengambil peran dalam rantai pasok pembangunan daerah maupun IKN,” tegasnya.

Untuk itu, HIPKA menyiapkan program prioritas seperti HIPKA Go To Campus dan HIPKA Go To School untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, serta program Scale Up UMKM agar pelaku usaha mikro bisa naik kelas. Penguatan sinergi juga dilakukan dengan menandatangani kerja sama bersama KADIN, APINDO, HIPMI, Baznas, BUMD, hingga perusahaan teknologi digital.

HIPKA juga akan membentuk struktur organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota, serta membangun database digital pengusaha terintegrasi. “Kami berharap HIPKA dapat mempercepat lahirnya pengusaha-pengusaha baru sekaligus memperkuat posisi pelaku usaha lokal dalam pembangunan ekonomi Kaltim ke depan,” tutup Salman. (cc)

Bagikan:

39 Ormas dan Tokoh Adat Deklarasi Tolak Politisasi Kampus, Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Kaltim