Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Persoalan Pendidikan di Kota Tepian

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Samarinda, Sketsa.id – Persoalan pendidikan masih menjadi perhatian utama Komisi IV DPRD Samarinda. Pihaknya mengungkapkan ada beberapa hal yang sering terjadi di dunia pendidikan, di antaranya bullying, kekerasan terhadap anak, pernikahan dini, anak jalanan (anjal) dan anak putus sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan bahwa persoalan pendidikan mencakup tiga hal, yaitu siswa, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) atau yang mengajar. Ia juga menambahkan bahwa dunia usaha dan media massa juga berpengaruh pada pendidikan.

“Selain itu jika berbicara permasalahan pendidikan mencakup tiga hal, siswanya, infrastrukturnya dan sumber daya manusia (SDM) nya atau yang mengajar, nah sekarang kita tambah juga dengan dunia usaha dan media masa,” ucap Sri Puji Astuti, Kamis (2/10/2023).

Selain itu, Sri Puji Astuti juga menyebutkan tentang penetapan sekolah inklusi dari pemerintah, di mana Samarinda masih kekurangan SDM pengajar untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda untuk mengadakan pelatihan khusus bagi guru inklusi.

“Ini sudah kami rapatkan juga dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda. Ini katanya akan ada pelatihan khusus,” tuturnya.

Politikus Partai Demokrat ini mengaku, dengan banyaknya problem, tentu bisa mempengaruhi penilaian sebagai kota layak anak (KLA). Puji berharap tidak hanya melakukan pelatihan untuk guru inklusi tetapi tenaga pendidik ini bisa menerima insentif lebih lantaran mengajar di luar bidangnya.

(adv)