Pemerintah Kecamatan Anggana Siapkan Pendataan Agar Seluruh Nelayan Bisa Akses SPBN

Rabu, 4 November 2026 - 15:28 WITA
Bagikan:
Foto:Camat Anggana Rokip menyampaikan rencana pendataan nelayan agar seluruh warga pesisir bisa mengakses SPBN di Desa Handil Terusan, di Tenggarong

Tenggarong, Sketsa.id – Pemerataan akses bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat pesisir menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kecamatan ingin memastikan keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Desa Handil Terusan nantinya dapat dinikmati seluruh nelayan yang memenuhi persyaratan.

Persoalan pendataan menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan sebelum fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal. Sebab, masih terdapat nelayan di Kecamatan Anggana yang belum tercatat sebagai calon penerima layanan BBM melalui SPBN.

Camat Anggana Rokip mengatakan bahwa pemerintah kecamatan akan melakukan pendataan lanjutan untuk mengetahui jumlah nelayan yang belum terakomodasi. Pendataan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan fasilitas ini nantinya tidak terlewatkan.

“Masih banyak nelayan kita yang belum terdata. Ini menjadi pekerjaan kita berikutnya, bagaimana seluruh nelayan bisa masuk dalam pendataan,” ungkapnya di Tenggarong, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, kelengkapan data menjadi penting karena akses terhadap BBM di SPBN nantinya menggunakan identitas khusus. Nelayan akan dibekali kartu pas kecil yang berfungsi sebagai tanda pengenal sekaligus persyaratan untuk mendapatkan pelayanan BBM.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah memiliki dasar untuk mengidentifikasi nelayan yang berhak memanfaatkan fasilitas SPBN. Karena itu, proses pendataan akan dilakukan kepada semua masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kartu pas kecil itu nanti menjadi identitas mereka. Jadi, ketika sudah memiliki kartu tersebut, baru bisa mendapatkan fasilitas BBM di SPBN,” bebernya.

Rokip menyebutkan, kebutuhan terhadap fasilitas pengisian BBM khusus nelayan selama ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari keluhan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa maupun langsung kepada pihak kecamatan.

Nelayan di Kecamatan Anggana selama ini harus menghadapi tingginya biaya untuk mendapatkan bahan bakar. Harga BBM yang mereka beli bahkan bisa mencapai Rp18.000 per liter. Sementara pembelian dalam kemasan galon dapat menghabiskan biaya hingga Rp600.000.

Kondisi tersebut membuat keberadaan SPBN di Handil Terusan memiliki arti penting bagi masyarakat pesisir. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan alternatif tempat memperoleh BBM dengan harga yang lebih terjangkau sehingga biaya operasional nelayan bisa ditekan.

Dibeberkannya, pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih dan SPBN di Desa Handil Terusan saat ini sudah berjalan. Kedua program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung terhadap kebutuhan masyarakat nelayan.

Ia menilai, persoalan mahalnya BBM yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai mendapatkan jawaban melalui pembangunan fasilitas tersebut. Akan tetapi, pemerintah kecamatan masih memiliki tanggung jawab untuk memastikan nelayan yang membutuhkan dapat memenuhi persyaratan administrasi.

“Selama ini keluhan mereka selalu soal mahalnya BBM. Kami berharap dengan adanya SPBN ini, kesulitan yang dihadapi nelayan bisa jauh berkurang,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Unmul Jadi Satu-satunya Kampus di Kalimantan Pelaksana TUNAS 2026