Pemkab Kukar Ingin Rumah Relokasi Terjangkau, Harga Diupayakan Rp90–100 Juta

Minggu, 8 November 2026 - 12:46 WITA
Bagikan:
Foto : Kepala Dinas Perkim Kukar M. Aidil saat memberikan keterangan terkait rencana relokasi rumah tapak terjangkau di Tenggarong.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) baru-baru ini tengah menyiapkan skema agar rumah bagi warga di jalan Kartini – Panjaitan yang akan direlokasi tidak membebani kemampuan ekonomi masyarakat.

Salah satu solusinya dengan mengupayakan subsidi prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) untuk menekan harga rumah tapak.

Diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar M Aidil, harga rumah tapak yang menjadi acuan saat ini berada di kisaran Rp182 juta untuk harga terendah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Kita berharap nanti harga rumah tapaknya bisa Rp100 juta atau Rp90 juta. Ini juga menjadi salah satu daya tarik warga untuk memiliki rumah,” ungkapnya di Tenggarong, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, penurunan harga tersebut dapat dilakukan apabila komponen PSU tidak seluruhnya dibebankan ke dalam harga rumah. Pemerintah pusat maupun daerah dapat mengambil peran dengan membangun infrastruktur dasar di kawasan hunian.

PSU yang dimaksud meliputi jalan lingkungan, drainase, sanitasi hingga penerangan jalan umum. Jika fasilitas tersebut telah disiapkan pemerintah, maka biaya pembangunannya pun tidak lagi sepenuhnya masuk ke dalam komponen pembiayaan yang harus ditanggung pembeli rumah.

“Kalau PSU tidak disubsidi atau tidak dibangunkan pemerintah daerah maupun pusat, PSU itu masuk dalam komponen pembiayaan rumah. Jadi satu rumah juga dihitung dengan PSU-nya,” bebernya.

Skema ini dinilai penting karena mayoritas warga yang menjadi calon penerima relokasi masih menginginkan rumah tapak, bukan rumah susun (rusun). Berdasarkan pendataan Perkim Kukar, sekitar 75–90 persen warga lebih memilih rumah tapak dibandingkan rumah susun.

Pada segmen II, minat terhadap rumah tapak mencapai sekitar 90 persen. Sementara pada segmen III berada di kisaran 75 persen. Aidil menilai, pilihan tersebut bukan berarti warga menolak rumah susun, tetapi lebih karena belum terbiasa dengan pola hunian vertikal.

“Jadi mungkin warga masih belum terbiasa untuk tinggal di rumah susun. Mereka masih berharap setelah direlokasi tetap bisa tinggal di rumah tapak,” tuturnya.

Karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kukar kini mengarahkan konsep relokasi pada penyediaan rumah tapak yang terjangkau. Warga nantinya dapat memiliki rumah melalui skema pembiayaan seperti kredit atau cicilan dengan harapan bunga yang rendah.

Selain menyelesaikan kebutuhan relokasi, Aidil melihat skema ini dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi backlog perumahan di Kukar yang saat ini masih mendekati 70 ribu unit.

“Kita masih punya backlog yang hampir 70 ribu. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu solusi sehingga warga Kukar bisa mempunyai tempat tinggal sendiri,” harapnya.

Untuk lokasi relokasi, Pemkab Kukar pun menyiapkan beberapa alternatif, di antaranya Mangkurawang, Jongkang, Loa Ipuh, Jahab dan Perjiwa. Dari sejumlah lokasi tersebut, Jongkang dinilai memiliki potensi pengembangan yang cukup besar.

Di Jongkang, pemerintah saat ini memiliki lahan sekitar 3 hektare. Dengan konsep kawasan yang mengalokasikan 60 persen lahan untuk hunian dan 40 persen untuk PSU, lahan ini diperkirakan dapat menampung sekitar 150 unit rumah dengan luas tanah sekitar 160 meter persegi per unit.

Kawasan tersebut kata Aidil, juga berpotensi dikembangkan lebih luas lagi karena masih terdapat lahan kosong yang tersambung dengan aset tanah yang dimiliki pemerintah.

“Insyaallah mungkin nanti akan berkembang. Kita juga akan mengundang developer untuk bersama-sama membangun lokasi di daerah Jongkang ini,” jelasnya.

Konsep rumah tapak tersebut juga ditegaskan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Ia menyebut bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi relokasi, termasuk Mangkurawang dan Jongkang.

“Sekarang beberapa alternatif ada di Mangkurawang, ada di Jongkang yang sudah kita siapkan tempatnya untuk relokasi,” kata Aulia.

Untuk jumlahnya, Aulia menyebut terdapat sekitar 150 rumah yang disiapkan. Hunian tersebut tidak dirancang dalam bentuk rumah susun, melainkan rumah tapak dengan konsep sederhana.

Menurut Aulia, rumah yang disiapkan nantinya menggunakan model rumah tapak tipe 36. “Kan rumah tapak, model 36 lah,” tandasnya. (Adv/ Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gugatan Advokat Publik soal SK Tim Ahli Gubernur Kaltim Dinyatakan NO