Rusman Yaqub Ingatkan Pemerataan: Jangan Sampai IKN Mewah, Kaltim Tetap Tertinggal

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:02 WITA
Bagikan:
Foto : istana Negara di Kawasan IKN. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Di balik megahnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus dipamerkan ke publik, muncul kekhawatiran dari mantan anggota DPRD Kalimantan Timur, Rusman Yaqub. Dia mempertanyakan apakah Kaltim benar-benar ikut menikmati dampak pembangunan atau justru menjadi penonton di daerah sendiri.

Gedung kementerian mulai menjulang. Infrastruktur jalan dibangun besar-besaran. Kawasan inti pemerintahan disiapkan menjadi wajah baru Indonesia. Namun, Rusman mengingatkan agar kemegahan ini tidak menciptakan kontras yang mencolok dengan daerah di sekitarnya.

“Jangan sampai IKN itu begitu agung, mewah, dan masyhur, namun saat keluar satu langkah dari IKN justru menemukan ketimpangan yang cukup tinggi. Karena itu saya menekankan agar ketimpangan itu tidak terjadi, sekecil apa pun,” tegas Rusman.

Menurut politisi yang akrab disapa RY ini, Kalimantan Timur tidak boleh hanya dijadikan lokasi berdirinya pusat pemerintahan baru. Daerah ini harus ikut bertumbuh bersama pembangunan IKN.

Dia menilai, daerah penyangga justru menjadi faktor penting dalam keberhasilan ibu kota baru. Jika wilayah penyangga tertinggal, maka pembangunan IKN juga berisiko menghadapi persoalan sosial dan ekonomi di kemudian hari.

“Kaltim adalah kawasan penyangga IKN. Maka sudah semestinya penyangga ini harus lebih kuat dari yang disangga,” ujarnya.

Rusman memaparkan, pembangunan di Kaltim harus diperkuat secara menyeluruh. Mulai dari konektivitas antarwilayah, pendidikan, layanan kesehatan, hingga ekonomi masyarakat lokal.

Dia mengakui, Pemerintah Provinsi Kaltim sejauh ini sudah cukup aktif menyuarakan kepentingan daerah di tengah derasnya proyek pembangunan nasional di kawasan IKN.

“Gubernur dan Wagub Kaltim telah cukup serius dalam menyuarakan kepentingan-kepentingan daerah Kalimantan Timur, terutama yang berkaitan dengan pembangunan IKN,” katanya.

Menurut Rusman, keberadaan IKN seharusnya menjadi momentum besar bagi pemerataan pembangunan di Bumi Etam. Dia tak ingin proyek ibu kota baru hanya meninggalkan bangunan megah tanpa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

“IKN harus menjadi pengungkit kemajuan Kaltim, bukan sekadar etalase kemegahan negara,” pungkasnya. (cc)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah