Diskusi Gratispol di Unmul Diwarnai Aksi Kartu Merah, Wagub Seno Aji: Aspirasi Mahasiswa Perlu Ditampung

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:02 WITA
Bagikan:
Foto: suasana diskusi kepemimpinan diskusi kepemimpinan satu tahun Rudy-Seno. (Sketsa.id )

Samarinda, Sketsa.id – Diskusi tentang satu tahun kepemimpinan Rudy Seno yang digelar BEM Fisip Universitas Mulawarman pada Selasa (31/3/2026) sore, berlangsung hangat. Acara yang menghadirkan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji sebagai narasumber itu sempat diwarnai aksi protes dari mahasiswa yang membawa kartu merah ke dalam ruangan.

Meski demikian, Seno Aji menyambut baik aksi tersebut. Ia menilai bahwa protes yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari aspirasi yang sah dan perlu didengarkan.

Foto: Seno Aji usai menghadiri diskusi yang digelar BEM Fisip Unmul (Sketsa.id)

“Kami memberikan pemberitahuan sosialisasi kepada mahasiswa tentang program Gratispol dan mahasiswa sudah mengerti. Ada beberapa pertanyaan bahwa membutuhkan sosialisasi tambahan ke kampus, kita akan lakukan,” ujar Seno usai acara.

Terkait aksi kartu merah yang dilakukan oleh perwakilan BEM KM Unmul, Seno mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia justru menganggap itu sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan di Kaltim.

“Saya tidak tahu kartu merah itu siapa dan berapa kartu merahnya, tapi tidak apa-apa. Itu adalah bagian dari aspirasi mahasiswa. Saya pikir itu perlu kita tampung dan berikan perhatian, karena bagaimanapun juga mahasiswa adalah sumber daya manusia kita ke depan yang akan menggantikan kita,” jelasnya.

Call Center dan Sosialisasi ke 52 Kampus

Salah satu masukan yang muncul dalam diskusi adalah kurangnya informasi valid yang diterima mahasiswa terkait program pendidikan gratis. Menanggapi hal itu, Seno mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk call center khusus untuk memudahkan mahasiswa mendapatkan informasi yang akurat.

“Kami akan buatkan satu call center, sehingga nantinya hanya satu nomor yang bisa dihubungi mereka dengan beberapa operator. Bisa 24 jam,” katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga akan menjalin kerja sama dengan 52 perguruan tinggi di Kaltim, baik negeri maupun swasta, untuk memastikan sosialisasi program Gratispol berjalan lebih efektif. (cc)

Bagikan:

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus dalam 21 Hari: Ada Pembunuhan, Curanmor, hingga Cap Tikus 9,8 Ton