Samarinda, Sketsa.id – Di tengah persiapan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar di dua titik di Samarinda, Selasa (21/4/2026), ada pemandangan berbeda. Sebanyak 52 personel Polwan Polresta Samarinda turun penuh mengamankan jalannya demonstrasi. Bekerja di Hari Kartini, mereka membawa semangat berbeda.

AKP Ning Tyas Widyasmita, Kapolsek Sungai Kunjang, adalah salah satu dari mereka. Usai apel gabungan pengamanan, ia menyempatkan diri berbincang dengan awak media. Di tengah persiapan yang serius, Ning Tyas tersenyum saat ditanya soal bertugas tepat pada peringatan hari emansipasi perempuan.
“Alhamdulillah, sebagai perempuan sendiri kita merasa semangat dan berbangga hati. Kita juga bagian dari menyaksikan demokrasi yang sedang berlangsung, dan bagian dari pengamanan pelayanan untuk rekan-rekan yang akan melaksanakan demo besok,” ujarnya.
Ia menjelaskan, polwan tidak sekadar berjaga. Mereka juga berperan sebagai negosiator dalam aksi pelayanan. Tugasnya bukan menghalangi, melainkan memastikan demonstrasi berlangsung aman, tertib, dan damai. “Kami hanya melayani,” katanya.
Tantangan Perempuan di Lapangan
Sebagai perempuan yang berhadapan langsung dengan massa, Ning Tyas mengakui ada tantangan tersendiri. Namun baginya, itu bukan alasan untuk mundur. “Tantangannya tentu ada karena kita langsung berhadapan dengan masyarakat luas. Tapi itu bagian dari pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga menyebut kekhawatiran terhadap keluarga di rumah selalu ada. Namun ia dan rekannya tetap optimistis. “Kami percaya masyarakat Kaltim itu pasti tertib, aman, dan damai,” katanya.
Pesan untuk Perempuan di Hari Kartini
Di penghujung wawancara, Ning Tyas menyampaikan pesan untuk sesama perempuan, khususnya yang berada di garda terdepan. “Tetap semangat. Baik rekan-rekan yang demo besok maupun yang melayani, semuanya masyarakat Indonesia. Kita pasti ingin yang terbaik untuk Kaltim,” pesannya.
Ia juga berharap polwan ke depan semakin baik dalam melayani masyarakat. “Kami terus berbenah diri dan meningkatkan apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya.
Tidak ada keluhan berarti, meski harus berpisah dengan keluarga di hari istimewa. Baginya, keberagaman profesi justru memperkuat semangat kebersamaan. “Tidak ada perbedaan. Justru karena keberagaman itu kita semakin kuat,” pungkasnya. (cc)









