Samarinda, Sketsa.id -Nuria, seorang perwakilan masyarakat adat Paser dari kawasan Sepaku, meluapkan kekecewaannya di tengah aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/5/2026). Ia mengaku telah menjadi tim sukses Gubernur Rudy Mas’ud pada masa pemilihan, namun janji pendidikan gratis untuk anak-anaknya hingga kini tak pernah ditepati.
“Saya tim sukses. Dijanjikan gratis, sekolah apa pun siap. Saya enggak mau banyak nego, saya minta gratis sekolah saja itu. Tapi sampai sekarang anak saya kuliah di Untag, tidak ada keringanan,” ujar Nuria dengan suara bergetar.
Ia mengaku sudah berurusan mulai dari tingkat RT, RW, hingga gubernur, bahkan staf pribadi dan staf khusus kepala negara. Namun tak satu pun memberi tanggapan. “Sampai presiden, menteri-menteri sudah habis semua saya jalani. Tapi tidak ada tanggapan,” keluhnya.
Sengketa Tanah Tak Kunjung Usai, Pemilik Asli Tak Dipanggil
Tak hanya persoalan pendidikan, Nuria juga menyoroti masalah pertanahan yang tak kunjung selesai. Ia mengaku sudah lelah mengurus sengketa tanah yang terus berlarut-larut. Bahkan, pihak otoritas disebut lebih sering memanggil orang lain yang bukan pemilik asli.
“Sekarang yang diampuni itu mereka, yang dipanggil oleh otoritas itu orang lain. Pemilik asli enggak dipanggil,” tegasnya.
Ia merasa dikhianati setelah sebelumnya dimobilisasi untuk memenangkan pasangan calon tertentu. “Saya enggak sampai hati, tapi saya kecewa. Anak saya kuliah, berapa kali? Dua orang. Yang lain keluar, anak saya enggak dapat apa-apa,” katanya.
Nuria mengaku sudah kehabisan akal. Ia berencana membawa persoalan ini ke tingkat nasional karena aspirasinya tak pernah didengar. “Rencana saya mungkin akan deklarasi di KPK. Saya sudah capek,” ucapnya.
Ia berharap ada keadilan bagi masyarakat kecil yang selama ini setia mendukung, namun justru terlupakan setelah kekuasaan diraih. (cc)










