Seribu Mawar untuk Kaltim: Aksi Budaya Drupadi Baladika Gaungkan Perdamaian di Samarinda

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:36 WITA
Bagikan:
Foto: Drupadi Baladika Kaltim gelar aksi simpatik pentas seni budaya dan bagi 1.000 mawar di Kantor Gubernur.

Samarinda, Sketsa.id – Di tengah gelombang demonstrasi yang sempat memanas di Kota Samarinda, pemandangan berbeda terlihat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Rabu (20/5/2026) pagi. Organisasi Drupadi Baladika Kaltim memilih menyuarakan pesan damai lewat aksi simpatik berupa pentas seni budaya dan pembagian seribu tangkai bunga mawar kepada masyarakat yang melintas.

Sekitar 1.600 peserta memadati kawasan Jalan Gajah Mada sejak pagi. Tak seperti unjuk rasa kebanyakan, massa yang hadir justru mengenakan beragam atribut khas masing-masing suku di Kaltim. Tarian dan pertunjukan seni tradisional pun dipentaskan bergantian di hadapan para pengguna jalan yang melintas.

Ketua Drupadi Baladika Kaltim, Lilis Latif, menegaskan aksi ini sengaja dikemas dengan nuansa budaya sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Etam.

“Semua adat ada di sini. Lewat pentas seni ini kami ingin menyampaikan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap satu dan harus menjaga kedamaian,” ujar Lilis di lokasi.

Foto : Ketua Drupadi Baladika Kaltim, Lilis Latif

Ia menjelaskan, pertunjukan yang ditampilkan bukan sekadar hiburan. Ada misi mendalam untuk memperlihatkan bahwa kekayaan keberagaman di Kaltim selama ini mampu hidup berdampingan secara harmonis. Selain pentas seni, massa aksi juga membagikan seribu tangkai mawar kepada para pengendara. Bunga mawar dipilih karena identik dengan pesan kedamaian dan ketulusan, sekaligus upaya mendinginkan tensi sosial yang sempat meninggi belakangan ini.

Aksi simpatik ini mendapat respons positif dari warga. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk menerima bunga, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen dengan ponsel pintar.

Lilis tak menampik bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga yang dilindungi undang-undang. Namun ia mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan kepala dingin.

“Silakan menyampaikan aspirasi karena itu hak masyarakat. Tapi jangan sampai ada provokator yang justru memecah belah dan membuat situasi tidak kondusif,” tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga stabilitas keamanan Kaltim. Baginya, kondusivitas daerah adalah modal utama dalam mengawal pembangunan.

“Yang terpenting adalah bagaimana Kaltim tetap damai dan masyarakatnya tetap bersatu. Kita tentu berharap Kaltim kelak bisa menjadi daerah yang lebih baik lagi,” pungkas Lilis.(*)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah