Samarinda, Sketsa.id – Di tengah tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini merupakan yang keenam kalinya digelar sepanjang tahun 2026, setelah sebelumnya dilaksanakan di berbagai lokasi termasuk Islamic Center Samarinda dan Kalafest.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kalau tidak lebih murah, namanya bukan gerakan pangan murah, tapi gerakan pangan mahal. Kami pastikan harga di sini lebih rendah daripada harga pasar,” ujar Fahmi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi petani, peternak, dan nelayan untuk menjual hasil produksi secara langsung kepada konsumen tanpa melalui rantai distributor panjang yang kerap membuat harga melambung.
Berbagai komoditas pangan strategis tersedia dalam kegiatan ini, mulai dari beras, minyak, gula dari Bulog, telur dan daging ayam dari Dinas Peternakan, produk perikanan seperti amplang dan PPI selli dari Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga produk UMKM dari Disperindagkop. Para petani dan peternak lokal juga turut berjualan langsung, dengan harga yang tetap menjaga keseimbangan keuntungan bagi produsen dan keterjangkauan bagi konsumen.
Antisipasi Dampak Kemarau, Pemprov Siapkan Pompa dan Tampung Air Hujan
Fahmi juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang mulai memasuki musim kemarau akibat fenomena El Nino, yang diprediksi BMKG akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Bersyukur, wilayah Kaltim masih diselimuti mendung dan sesekali diguyur hujan, sehingga petani masih punya kesempatan menanam. “Mumpung masih ada hujan, petani kami manfaatkan untuk menanam. Sekaligus kami imbau untuk menampung air hujan sebagai mitigasi adaptasi saat kemarau tiba,” jelasnya.
Pemprov Kaltim juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, untuk mempercepat penyaluran bantuan perpipaan dan perpompaan ke masyarakat.
Fahmi mencatat, hingga awal Juni 2026, total gerakan pangan murah yang dilakukan provinsi dan kabupaten kota di Kaltim sudah mencapai hampir 200 kali, dengan Kubar, Samarinda, dan Balikpapan sebagai daerah paling aktif.









