Anggaran Bidang SDA PU Kukar Sekitar Rp8 Miliar, Enam Titik Irigasi Ditangani

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WITA
Bagikan:
Foto : Kabid SDA Dinas PU Kukar Awang Agus menjelaskan penanganan enam titik irigasi dengan anggaran sekitar Rp8 miliar.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk kegiatan bidang Sumber Daya Air (SDA) pada 2026.

Dari sejumlah pekerjaan yang direncanakan, penanganan infrastruktur irigasi menjadi salah satu prioritas melalui program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Tahun ini, terdapat enam titik irigasi yang masuk dalam penanganan. Lokasinya tersebar di sejumlah kawasan pertanian, terutama Kecamatan Tenggarong Seberang yang mencakup empat titik pekerjaan.

Adapun beberapa titik yang masuk dalam penanganan kata Kabid SDA Dinas PU Kukar, Awang Agus, meliputi Jonggon A, Bukit Raya, Bangun Rejo, Sungai Alam di Desa Manunggal Jaya, Sungai Heram di kawasan Loa Ipuh serta di Tenggarong Seberang.

“Irigasi rata-rata di Tenggarong Seberang ada empat, di Jonggon satu, terus Sungai Heram Loa Ipuh,” ungkapnya di Tenggarong, Selasa (3/11/2026).

Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang telah disampaikan sejak 2025. Namun, tidak seluruh usulan dapat direalisasikan karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Usulan tahun lalu, hanya beberapa yang bisa dilaksanakan tahun ini. Itu karena berkaitan dengan anggaran,” bebernya.

Penanganan di enam titik tersebut mencakup beberapa jenis pekerjaan, yakni pembangunan pintu air dan normalisasi sungai. Infrastruktur tersebut kata dia, diperlukan untuk membantu menjaga kelancaran aliran air menuju kawasan pertanian, terutama ketika debit dan permukaan air sungai mengalami penurunan.

Awang menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan bentuk penanganan. Sebab, para petani di Kukar membutuhkan pasokan air yang dapat dialirkan dari sungai menuju lahan pertanian.

“Pertanian kan butuh air. Makanya kami juga menormalisasi aliran yang ada. Kondisi saat ini memang sedang surut. Jadi, bagaimana caranya air dari sungai yang levelnya sudah jauh berbeda ini tetap bisa masuk,” tuturnya.

PU Kukar juga melakukan pelebaran dimensi yang sebelumnya sekitar satu meter agar mampu menampung air dalam jumlah lebih banyak. Harapan Awang, infrastruktur yang dibangun tidak hanya memperlancar aliran, tetapi juga mendukung pengelolaan air di kawasan pertanian.

Pelaksanakan pekerjaan secara bertahap dengan memprioritaskan sejumlah lokasi yang telah diusulkan diharapkan dapat membantu para petani di wilayah tersebut.

“Walau tidak semua usulan bisa dilaksanakan sekaligus. Tahun ini hanya beberapa yang telah terealisasi, sementara yang lainnya menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Semoga membantu para petani” tandasnya. (Adv/Prokom Kukar/cc)

Bagikan:

Gugatan Advokat Publik soal SK Tim Ahli Gubernur Kaltim Dinyatakan NO