Cegah Kebakaran, Bupati Kukar Minta Warga Diingatkan Setiap Waktu Salat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:16 WITA
Bagikan:
Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat meninjau lokasi kebakaran di Gang Karya, Loa Ipuh, Tenggarong, Minggu (18/10/2026).

Tenggarong, Sketsa.id – Bupati Aulia Rahman Basri, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Salah satu upaya yang disiapkan yakni menyampaikan imbauan kepada warga melalui masjid dan langgar setiap waktu salat lima waktu.

“Kita ingin setiap kali salat lima waktu, masjid atau langgar itu dapat mengingatkan seluruh warga untuk mematikan kompor, mematikan listrik ketika bepergian. Terutama pada malam hari, memastikan tidak ada colokan-colokan yang tercolok, sehingga kita bisa memitigasi kegiatan ini biar bisa dihindari,”ungkapnya usai meninjau lokasi Kebakaran di Gang Karya Loa Ipuh, Tenggarong, Minggu (18/10/2026).

Nantinya beber Aulia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar akan bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia untuk menyampaikan imbauan tersebut. Menurutnya, pencegahan perlu menjadi perhatian bersama, terutama setelah kebakaran kembali terjadi di kawasan permukiman Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

“Kami akan bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia untuk hal ini,” bebernya.

Kegiatan siskamling juga menjadi perhatian Aulia, ia ingin kegiatan siskamling kembali diaktifkan di setiap rukun tetangga (RT) agar warga dapat saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Ketika tidak terjadi apa-apa, sering kali kita ceroboh. Tugas kita sekarang bagaimana caranya kita saling mengingatkan satu dengan yang lain,” tegasnya.

Upaya pencegahan dinilai menjadi pekerjaan bersama karena petugas pemadam kebakaran umumnya bertindak setelah kebakaran terjadi. Karena itu, ia ingin masyarakat lebih aktif mengantisipasi potensi kebakaran sebelum menimbulkan kerugian.

Adapun data korban kebakaran yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Loa Ipuh pada 13 Oktober 2026 lalu, telah berdampak pada 14 bangunan, terdiri atas 10 rumah terbakar habis dan empat rumah terdampak.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Sebanyak 19 kepala keluarga atau 55 jiwa tercatat terdampak dalam musibah tersebut.

Pemkab Kukar juga menyiapkan penanganan korban dalam tiga tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Penanganan awal difokuskan pada pemulihan aktivitas sehari-hari masyarakat, sedangkan tahap berikutnya mencakup rencana penataan kawasan ini sesuai ketentuan serta kewenangan pemerintah daerah.

Aulia berharap, peningkatan kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran serupa kembali terjadi di lingkungan permukiman Kukar.

“Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah