LPJU Anggana Bakal Gunakan Tenaga Surya, Perkim Tak Bergantung pada Jaringan Listrik PLN

Senin, 2 November 2026 - 15:14 WITA
Bagikan:

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) direncanakan menggunakan teknologi tenaga surya. Dengan sistem ini, lampu jalan tidak bergantung pada jaringan listrik PLN sehingga dapat dipasang di berbagai ruas jalan sesuai kebutuhan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar telah memetakan kebutuhan LPJU di Anggana. Berdasarkan data ruas jalan yang menjadi kewenangannya, terdapat sekitar 11 kilometer jalan yang membutuhkan lebih dari 2.000 titik lampu penerangan.

Kabid Perumahan Dinas Perkim Kukar, Hery Setyawan, menjelaskan penggunaan tenaga surya memungkinkan pemasangan LPJU dilakukan tanpa harus bergantung pada ketersediaan jaringan listrik di sekitar lokasi.

“Karena kita menggunakan surya, jadi kita tidak tergantung kepada ada listrik atau tidak ada listrik. Selama ada matahari, insyaallah dia menyala,” ungkapnya di DPRD Kukar Tenggarong, Senin (2/11/2026).

Ia mengatakan, kebutuhan LPJU tersebut sudah dihitung berdasarkan panjang ruas jalan. Perkim juga telah menyerahkan data titik-titik yang membutuhkan penerangan kepada Camat Anggana untuk ditentukan berdasarkan tingkat prioritas.

Pemasangannya lanjut dia, tidak bisa langsung dilakukan di seluruh lokasi. Pemerintah kecamatan perlu menentukan ruas jalan yang paling mendesak agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Hery menyebutkan, rencana pemasangan LPJU di Anggana mulai diarahkan untuk penganggaran 2027. Usulan tersebut akan diperjuangkan melalui pembahasan anggaran bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kukar.

Nantinya, kebutuhan penerangan dapat disampaikan melalui Musrenbang dengan menyebutkan ruas jalan yang membutuhkan lampu. Jadi, masyarakat tidak perlu menyiapkan proposal khusus untuk mengusulkan pemasangan LPJU.

Sementara itu, Camat Anggana, Rokip, menyebutkan bahwa sejumlah wilayah masih membutuhkan penerangan, termasuk Handil Terusan serta jalan poros di Kutai Lama dan Anggana.

“Handil Terusan ternyata belum tersentuh. Kemudian jalan-jalan poros seperti di Kutai Lama dan Anggana juga masih banyak yang harus kita sentuh. Ini juga risiko keselamatan yang cukup tinggi. Insyaallah sih, seharusnya (masuk APBD Murni 2027). Makanya nanti sebelum ketok anggaran 2007 kami harus segera memasukkan usulan sebelum diketok itu,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Unmul Jadi Satu-satunya Kampus di Kalimantan Pelaksana TUNAS 2026