Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan penanganan jalan poros Sebelimbingan di Kecamatan Kota Bangun menjadi salah satu prioritas utama pembangunan infrastruktur pada 2027.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin pada Jumat (30/10/2026) di Tenggarong. Ia menyebut bahwa ruas jalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena membutuhkan penanganan lebih serius agar akses masyarakat semakin baik.
Rendi menegaskan, dirinya akan mengawal langsung rencana penanganan jalan poros Sebelimbingan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus diarahkan pada ruas-ruas yang selama ini belum mendapatkan perhatian maksimal.
“Jalan poros Sebelimbingan, tahun depan menjadi prioritas utama. Itu pasti, saya akan mengawal langsung itu,” tegas Rendi.
Selain Sebelimbingan, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian terhadap akses jalan menuju Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman. Ruas tersebut dinilai Rendi, perlu mendapatkan penanganan karena sudah cukup lama menjadi pembahasan, tetapi belum tersentuh pembangunan secara optimal.
Ia menyebut, persoalan jalan menuju Benua Puhun bahkan turut menjadi pembahasan pemerintah daerah. Karena itu, ia memastikan ruas tersebut juga harus diperjuangkan agar masuk dalam prioritas pembangunan tahun depan.
“Yang di Muara Kaman, Benua Puhun. Artinya, menuju Benua Puhun itu menjadi perdebatan juga dan itu harusnya menjadi prioritas utama juga tahun depan,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah pekerjaan perbaikan jalan yang telah berjalan tahun ini mulai memperlihatkan hasil. Rendi menyampaikan, penanganan beberapa ruas dilakukan secara bertahap menyesuaikan proses dan kemampuan pelaksanaan di lapangan.
Ia mengakui tidak seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, menurutnya, hal terpenting ialah memastikan setiap proses penanganan memberikan hasil yang baik dan bisa dirasakan masyarakat.
“Sudah mulai jadi. Walaupun masih dipotong-potong, tidak apa-apa. Masyarakat tidak perlu tahu prosesnya bagaimana, yang jelas ujungnya jalan itu baik,” katanya.
Adapun beberapa pekerjaan jalan yang telah diselesaikan pada tahun ini di antaranya ruas Muso Bin Salim dan jalan di kawasan Timbau, tepat di depan Kantor Bupati Kukar.
Rendi mengakui, jumlah pekerjaan jalan yang ditangani tahun ini tidak terlalu banyak. Karena itu, pemerintah daerah akan berupaya mengarahkan pembangunan berikutnya pada ruas-ruas yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Sementara itu, terkait infrastruktur Jembatan Tenggarong, Rendi menegaskan pemeliharaan rutin tidak seharusnya hanya bergantung pada penetapan daftar prioritas pembangunan. Menurutnya, pemeriksaan dan perawatan jembatan merupakan kewajiban yang harus dijalankan setiap tahun.
Ia membedakan pemeliharaan rutin dengan perbaikan berskala besar. Pemeriksaan ringan perlu dilakukan secara berkala setiap tahun, sedangkan penanganan menyeluruh dapat dilakukan dalam rentang lima hingga tujuh tahun, bergantung pada kondisi konstruksi jembatan.
“Kalau yang sifatnya masif, sampai mengukur goyang dan miring, itu per lima atau tujuh tahun,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










